Sudah 6 bulan aku berusaha mencari kerja. Tapi tak ada satu perusahaan pun yang mau menerimaku. Akhirnya aku memutuskan untuk membantu usaha butik ibu.

Ibu sangat setuju dengan pendapatku. Ibu juga senang karena aku bisa membantu meringankan pekerjaannya. Tapi yang paling membuatku bahagia adalah hubunganku dengan ibu yang semakin membaik seperti dulu lagi. Aku tak peduli lagi tentang ayah. Ayah sudah meninggalkan aku dan ibu. Aku sudah tidak mau lagi mendengar tentang ayah. Aku juga berencana akan mengembalikan mobil yang ayah berikan saat ulang tahunku ke 17. Aku tidak bisa memaafkan ayah.

Dari hari ke hari aku menyibukkan diri mengembangkan usaha ibu. Saat ini ibu hanya punya 1 toko butik. Aku punya rencana untuk membuka banyak cabang agar penghasilan kita makin bertambah. Maka dari itu aku dan ibu bekerja keras agar butik kami bisa berkembang pesat dan mampu diterima di kalangan masyarakat.

5 tahun kemudian…

Hasil kerja keras aku dan ibu tidak sia-sia. Kami berhasil mengembangkan butik kami. Pelanggan butik kami  semakin bertambah banyak. Penghasilan kami pun juga bertambah banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Aku merasa bangga terhadap diriku karena bisa menghasilkan sesuatu yang berguna. Aku juga sudah mengmbalikan mobil ayah, sebagai gantinya aku membeli mobil sendiri. Meski tak sekeren pemberian ayah dulu.

Tapi aku belum bisa membebaskan diriku dari pergaulan bebas. Aku masih suka minum mabok, atau freesex. Kalau ngerokok jangan ditanya. Itu sudah menjadi makananku tiap hari. Aku tidak bisa melepaskan itu semua. Melakukan hal-hal itu semua membuat hidupku lebih hidup lagi.

Usiaku saat ini adalah 25 tahun. Entah kenapa aku belum pernah merasakan cinta. Karena yang aku tahu cinta itu hanyalah seks.

Tapi itu semua berubah saat aku bertemu dengan seorang wanita. Wanita ini adalah tetangga baru yang tinggal di sebelah rumahku. Pertama kali aku melihat dia, saat aku sedang lari pagi sekitar rumahku. Aku melihat dia berdiri di depan pagar rumahnya sembari lihat ke langit. Aku melihatnya tersenyum kelangit. Dan ketika dia senyum muncul lesung pipi yang menghiasi wajahnya. Entah apa yang dilihatnya dilangit sehingga dia tersenyum. Aku memandangi wajahnya cukup lama, tapi aku merasa wanita itu tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang memandanginya dari tadi. Akhirnya aku kembali kerumah dengan membawa teka-teki dihati dan pikiranku.

Aku masuk kekamarku dan segera menyalakan pendingin ruangan. Udara sejuk mulai kurasa. Aku duduk di kasur ku. Aku memegang dadaku. aku merasa jantungku berdetak 3 kali, bukan 5 kali lebih cepat dari biasanya. Wajah wanita itu pun muncul di pikiranku. Baru kali ini aku merasakan hal seperti.